Perhatian terhadap pasangan anda dapat anda wujudkan dalam berbagai bentuk. Karena pasangan Anda akan merasa Anda adalah pasangan yang tepat saat Anda memutuskan untuk memilih berdua saja dan merasakan perhatian dari anda daripada berkumpul dengan teman-teman pria atau teman-teman wanita untuk beberapa saat. Terutama di saat-saat pasangan hanya ingin berdua saja. Selain itu sebuah perhatian dapat anda wujudkan dengan menelponnya dan mengatakan cinta padanya saat ia sedang sibuk di kantor. Anda dapat menelponnya dalam waktu yang sangat singkat, bila perlu jangan sampai ia membalas ucapan Anda. Karena hal ini akan membuatnya gemas dan ingin segera menghubungi Anda kembali.
Banyak pasangan yang putus gara-gara gaya pacaran yang tidak sesuai. Biar tetap awet, lebih baik kenali dulu gaya pacaran Anda yang sebenarnya. Pasangan yang pertama adalah pasangan Komunikatif. Hubungan ini selalu dipenuhi dengan berbagi cerita sambil bercanda. Boleh dibilang mereka jarang berantem. Asyiknya lagi mereka nggak saling bergantung tetapi lebih sering terlihat saling mengisi.
Pasangan kedua adalah pasangan Mempesona. Biasanya mereka akan mempesona orang-orang di sekitarnya karena aura yang mereka berikan positif dan pastinya mereka selalu menjadi pusat perhatian. Pasangan ketiga adalah Pasangan Kamuflase. Hubungan mereka sulit ditebak, soalnya kadang-kadang mereka kelihatan seperti orang pacaran tapi tidak jarang juga mereka terlihat seperti teman biasa saja.
Atau anda dapat memilih untuk memakai gaya pasangan Hura-Hura. Pasangan yang satu ini kelihatannya sangat ideal karena masing-masing punya kehidupan sendiri dan tidak terlalu ngoyo. Mereka saling menyukai dan saling membutuhkan, tapi lebih sebagai seorang sahabat, bukan sebagai kekasih. Tidak ada target yang mereka kejar dan tidak ada masalah kalau hubungan mereka tidak berlanjut ke jenjang yang lebih serius.
Menurut banyak orang, cinta pandangan pertama langsung turun dari mata ke hati. Ternyata, pandangan mata bukan penentu satu-satunya karena ada 'kontribusi' indra-indra lain, yang baru berfungsi dalam kondisi-kondisi tertentu. Bau-bauan tertentu bisa membangkitkan emosi dan kenangan yang terikat pada bau-bauan itu, peranannya sendiri tidak terlalu besar dalam urusan cinta pada pandangan pertama. Yang jelas, bau-bauan baru berpengaruh setelah kedua pihak saling mengenal atau berada dalam posisi yang cukup dekat untuk mencium baunya. Yang jadi masalah adalah bila kita cenderung untuk 'terpatok' pada hal-hal yang hanya bersifat fisik.
Mungkin saja kita jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seseorang, tapi begitu kita mengenalnya lebih jauh, ternyata dia bukan pria idaman yang kita harapkan. Yang lebih parah lagi, kita menerimanya karena keburu mabuk kepayang dengan fisiknya, meski kepribadiannya tidak cocok dengan kita. Sebenarnya tidak menjadi soal seandainya kita naksir atau menjalin hubungan dengan 'tipe' yang tidak jauh berbeda dengan mantan kita atau pria yang pernah kita cintai banget. Selera bisa berkembang, kok. Dengan berjalannya waktu, kita bisa saja jatuh cinta pada tipe pria yang berbeda. Jadi, jangan pernah takut bila cinta pada pandangan pertama kita gagal, dan jangan 'terjebak' stereotipe yang kita ciptakan sendiri.
